25 Feb

Klasifikasi Bambu Betung

Bambu betung (Dendrocalamus Asper) juga di kenal dengan nama Bambusa Aspera Schultes, Dendrocalamus Flagelifer, Gigantochloa Aspera Schultes, Dendrocalamus Merrilianus merupakan tanaman bambu yang memiliki dinding tebal dan kokoh serta berdiameter dapat mencapai lebih dari 20 cm. Bambu betung dapat tumbuh hingga mencapai tinggi lebih 25 meter dan terdiri dari dua jenis, yaitu betung hijau dan betung hitam.

Bambu betung ini dapat dijumpai di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi (2000 meter) dan tumbuh subur pada lahan yang basah dengan daerah penyebarannya ada di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi bahkan sampai ke kawasan timur Indonesia.

Di Indonesia sendiri bambu betung dikenal mempunyai nama-nama yang berbeda. Di Jawa dikenal dengan nama Pring Petung, Sunda dikenal dengan nama Awi Bitung, Bugis dikenal dengan nama Awo Petung dan di Papua dikenal dengan nama Bambu Suwanggi.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang bambu betung, berikut uraian klasifikasi bambu betung beserta pemanfaatannya :

Taksonomi bambu betung sebagai berikut :

"Bambu Betung"

Pic : Rosse Bambu

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (Berkeping satu / Monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (Suku rumput-rumputan)
Genus : Dendrocalamus
Spesies : Dendrocalamus Asper Backer

Pemanfaatan Bambu Betung :

  1. Konstruksi. Pemanfaatan bambu betung sebagai bahan bangunan telah dilakukan sejak lama, terutama untuk tiang atau penyangga bangunan. Selain itu, juga digunakan untuk keperluan reng atau usuk dibuat dengan cara membelahnya menjadi dua.
  2. Briket. Bambu betung dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku briket arang, karena mudah didapatkan dan relatif murah harganya jika dibandingkan menggunakan bahan lain. Salah satu cara untuk membuat briket arang yaitu, bahan baku di arangkan terlebih dahulu lalu dihaluskan dengan cara ditumbuk atau digiling, kemudian dicampur dengan perekat (Tapioka) setelah itu dicetak dengan cara pengempaan yang tinggi agar menghasilkan briket yang bermutu baik. Perekat yang digunakan untuk menghasilkan briket yang bermutu baik sebanyak 4% karena menghasilkan kadar air, kadar abu dan nilai kalor yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000.
22 Feb

MANFAAT Yang Diperoleh Dari Tanaman Bambu

Di Indonesia terdapat lebih kurang 140 jenis bambu. Bambu merupakan tanaman yang memiliki manfaat sangat penting bagi kehidupan. Semua bagian tanaman mulai dari akar, batang, daun, kelopak, bahkan rebungnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini diuraikan manfaat bambu ditinjau dari setiap bagian tanamannya.

Akar

Akar tanaman bambu dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya banjir. Tak heran, beberapa jenis bambu yang banyak tumbuh di pinggir sungai atau jurang sesungguhnya berperan penting mempertahankan kelestarian tempat tersebut. Dengan demikian, bambu mempunyai arti yang penting dalam pelestarian lingkungan hidup. Akar tanaman bambu juga dapat berperan dalam menangani limbah beracun akibat keracunan merkuri. Bagian tanaman ini menyaring air yang terkena limbah tersebut melalui serabut-serabut akarnya. Selain itu, akar bambu mampu melakukan penampungan mata air sehingga bermanfaat sebagai sumber penyediaan air sumur.

Daun

Daun bambu dapat digunakan sebagai alat pembungkus, misalnya makanan kecil seperti uli dan wajik. Selain itu, dalam pengobatan tradisional, daun bambu dapat dimanfaatkan sebagai ramuan untuk mengobati demam panas pada anak-anak karena daun bambu mangandung zat yang bersifat mendinginkan. Dengan demikian, panas dalam dapat dengan mudah dihalau. Daun bambu muda yang tumbuh diujung cabang dan berbentuk runcing juga sering digunakan sebagai obat. Bahan ini sangat mujarab bagi mereka yang tidak tenang pikiran atau malam hari kurang tidur. Dalam perkembangan terakhir di luar negeri, cairan bambu diketahui sangat bermanfaat untuk menyembuhkan lumpuh badan sebelah yang diakibatkan tekanan darah tinggi. Untuk lumpuh badan sebelah ini obat yang terbaik pada saat sekarang adalah ramuan bambu yang digabungkan dengan benalu. Bagi penyakit yang belum begitu berat, obat tersebut dapat membebaskan saluran pembekuan otak yang terhenti sehingga penderita dapat sembuh.

Manfaat daun bambu pertama kali diungkap dalam kitab Ming Yi Bie Lu (Catatan Dokter Ternama), yakni untuk meluruhkan dahak serta meredakan batuk dan susah napas. Khasiat lain diantaranya adalah menetralkan racun dalam tubuh. Kamus Besar Herbal Cina juga menuliskan bahwa daun bambu berfungsi mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, dan bersifat diuretik (melancarkan air seni). Tahun 1998, daun bambu dikategorikan oleh Badan Kesehatan Cina dalam daftar herbal alami untuk obat dan pangan. Cara kerja daun bambu menurunkan kadar asam urat mirip kemangi Ocimum basilicum var. anisatum. Tanaman yang kerap dijadikan lalapan itu biasanya dihindari penderita gout lantaran memicu naiknya kadar asam urat. Padahal, hasil riset secara in vivo yang dilakukan dr Setyo Purwono Mkes SpPD, kemangi justru ampuh menurunkan kadar asam urat.

Batang

Batang bambu merupakan bagian yang paling banyak digunakan untuk berbagai macam barang keperluan sehari-hari. Batang bambu, baik yang masih muda maupun yang sudah tua, dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Berikut uraian beberapa jenis bambu yang mempunyai manfaat dan nilai ekonomisnya.

  1. Dendrocalamus Asper (Bambu Betung). Bambu Betung sifatnya keras, baik untuk bahan bangunan karena seratnya besar-besar dan ruasnya panjang. Bambu ini dapat dimanfaatkan untuk saluran air, penampung air aren yang disadap, dinding rumah yang dianyam (gedek atau bilik), dan berbagai jenis barang kerajinan.
  2. Gigantochloa Verticillata/Gigantochloa Pseudo Arundinacea (Bambu Andong). Bambu Andong sebagian besar digunakan untuk membuat berbagai jenis kerajinan tangan, bahan bangunan, dan untuk chopstick.
  3. Bambusa Vulgaris (Bambu Kuning). Bambu Kuning digunakan untuk mebel, bahan pembuat kertas, kerajinan tangan dan dapat ditanam di halaman rumah karena cukup menarik sebagai tanaman hias serta untuk obat penyakit kuning atau lever.
  4. Bambusa Vulgaris (Bambu Tutul). Bambu Tutul sebagian besar digunakan untuk furniture, untuk dinding, dan lantai rumah, serta untuk kerajinan tangan.
  5. Gigantochloa Atroviolacea (Bambu Hitam). Bambu Hitam sangat baik untuk pembuatan alat musik seperti angklung, gambang, atau calung dan dapat juga digunakan untuk furniture dan bahan kerajinan tangan.
  6. Bambusa Multiplex (Bambu Cendani). Batang bambu Cendani dapat digunakan untuk tangkai payung, pipa rokok, kerajinan tangan seperti tempat lampu, vas bunga, rak buku, dan berbagi mebel dari bambu.
  7. Schizostachyum Blumei (Bambu Tamiang). Bambu Tamiang paling cocok digunakan untuk sumpit, suling, alat memancing, dan kerajinan tangan.
  8. Dendrocalamus Strictus (Bambu Batu). Batang bambu Batu sangat kuat dan dapat digunakan untuk bahan baku kertas dan untuk bahan anyaman.
  9. Gigantochloa Atter (Bambu Ater). Batang bambu Ater biasanya digunakan orang untuk dinding rumah, pagar, alat-alat rumah tangga, kerajinan tangan dan ada juga yang menggunakan untuk alat musik.
  10. Dinochloa Scandens (Bambu Cangkoreh). Bambu Cangkoreh dapat digunakan untuk anyaman atau tempat jemuran tembakau dan untuk obat misalnya obat tetes mata dan obat cacing.
  11. Schizostachyum Brachycladum (Bambu Bali). Karena penampilan tanamannya unik dan menarik maka bambu ini biasa digunakan sebagai tanaman hias.
  12. Bambusa Ventricosa (Bambu Gendang). Karena bentuk batangnya yang unik dan cukup menarik, bambu ini biasa digunakan sebagai tanaman hias.
  13. Bambusa Glaucescens (Bambu Pagar). Disebut juga Bambu China, Ukuran batang dan daun bambu jenis ini lebih halus dari bambu Jepang. Namun berbeda dengan kedua jenis bambu lainnya, bambu cina tumbuhnya lebih menyemak dan batangnya mudah melengkung. Warna batangnya hijau muda, agak kekuningan. Bambu ini juga menarik sebagai tanaman hias. Di Indonesia sekitar, 80% batang bambu dimanfaatkan untuk bidang konstruksi. Selebihnya, dimanfaatkan dalam bentuk lainnya seperti kerajinan, furniture, chopstick, industri pulp dan kertas, serta keperluan lainnya.
  14. Bambusa Atra (Bambu Loleba). Bambu loleba dapat digunakan untuk dinding rumah, tali tongkat, bahan anyaman dan sebagai tanaman hias.
  15. Arandinari Japonica (Bambu Jepang). Jenis bambu ini mempunyai bentuk yang khas dengan batangnya yang kecil dan daunnya yang halus. Ukuran daunnya maksimal hanya sepanjang 10 cm. Warna batang dan daunnya hijau pucat. Mirip seperti bambu kuning. Batang bambu Jepang juga tumbuh lurus. Ini membuatnya cocok dijadikan pembatas atau berjajar di sepanjang dinding atau pinggir jalan. Ketika sudah rimbun, bambu Jepang dapat dibentuk.
  16. Schizostachyum Brachycladum (Bambu Talang). Bambu Talang banyak digunakan untuk bahan atap, dinding, dan lantai rumah adat Toraja. Selain itu, bambu talang juga digunakan untuk rakit, tempat air, dan bahan kerajinan tangan seperti ukiran dan anyaman.
  17. Schizostachyum Zollingeri (Bambu Perling). Batang bambu Perling dapat digunakan untuk membuat dinding, tali, tirai, dan alat memancing.
  18. Thyrsostachys Siamensisi (Bambu Sian). Bambu ini sangat baik digunakan untuk tangkai payung, dan sebagai tanaman hias karena rumpunnya mempunyai tajuk melebar dengan daun kecil-kecil yang banyak.
  19. Gigantochloa Apus (Bambu Apus). Batang bambu Apus berbatang kuat, liat, dan lurus. Jenis ini terkenal paling bagus untuk dijadikan bahan baku kerajinan anyaman karena seratnya yang panjang kuat, dan lentur. Ada juga yang menggunakannya untuk alat musik.

Rebung

Rebung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran. Namun, tidak semua jenis bambu dapat dimanfaaatkan rebungnya untuk bahan pangan, karena rasanya ada yang pahit. Rebung bambu dari Indonesia semakin digemari oleh masyarakat di Jepang, Korea Selatan, dan RRC. Hal ini dibuktikan oleh permintaan ekspor dari negara tersebut yang banyak tetapi belum dapat dipenuhi.

Dari berbagai macam jenis bambu ternyata hanya beberapa jenis saja yang dapat diambil rebungnya sebagai sayur, yaitu Bambu Petung, Ampel, Wulung, dan satu lagi Bambu Ayam. Bambu Ayam merupakan jenis bambu yang penghasil rebung dengan kualitas rasa paling bagus. Bahkan untuk memasaknya pun hanya perlu dicuci sampai bersih, diiris-iris, dan kemudian dimasak bersama bumbu. Tidak perlu diebosi (direbus sampai mendidih dan dibuang airnya).

Tanaman Hias

Tanaman bambu banyak pula yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Mulai dari jenis bambu kecil, batang kecil, lurus, dan pendek yang banyak ditanam sebagai tanaman pagar di pekarangan. Selain itu, terdapat jenis-jenis bambu hias lain yang dapat dimanfaatkan untuk halaman pekarangan yang luas, halaman terbatas, dan untuk pot. Bambu hias sekarang tengah banyak dicari konsumen. Alasannya, penampilan tanaman bambu unik dan menawan. Tak heran, bambu pun banyak ditanam sebagai elemen taman. Apalagi makin disukainya taman bergaya Jepang atau tropis yang memasukkan unsur bambu sebagai salah satu daya tariknya. Jenis bambu yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias antara lain bambu Kuning, bambu Cendani, bambu Sian, bambu Macan, bambu Jepang, bambu Perling, bambu Talang, bambu Uncue, bambu Loleba, dan lain-lain.

22 Feb

PEMBIBITAN BAMBU Dengan Cara STEK

Membuat Bibit Bambu

Menanam bambu dengan cara stek merupakan salah satu metode propagasi bambu yang paling disukai karena cepat, sederhana, ekonomis, dan tidak memerlukan banyak ruang.

Jenis bambu berdinding tebal seperti betung memiliki cabang utama menonjol. Cabang-cabang dapat diekstraksi tanpa merusak rumpun induk dan merupakan bahan tanam yang sangat baik.

Cabang yang sesuai untuk bibit sebaiknya dipotong ketika usia masih relatif muda (1-2 tahun) untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

"Cara Stek Bambu"

Gambar : BamboeIndonesia

Pemotongan Bambu

  1. Pilih batang yang memiliki kematangan menengah dan potong dari cabang utama. Buang bagian atas dengan meninggalkan 2-3 node . Potongan bambu ini biasanya sekitar 30cm panjang.
  2. Atau (untuk memberikan hasil yang lebih cepat) mencelupkan potongan bambu dalam campuran pengatur hormon pertumbuhan atau rooting selama 24 jam, dan tutup ujung dipotong atas dengan lilin untuk mencegah pengeringan.
  3. Tanam potongan-potongan bambu tersebut secara vertikal (lebih disukai di sudut sedikit), baik di polybag dengan menempatkan sedemikian rupa sehingga rhizomatous satu node berada di bawah permukaan tanah dan setidaknya satu atau dua buku di atas permukaan.
  4. Letakan polybag dibawah naungan paranet (jaring naungan agro memberikan naungan 75%) dan siram air secukupnya setiap hari.
  5. Tumbuhnya tunas pertama dan perakaran mungkin akan muncul 3-5 minggu setelah tanam. Namun Anda harus menempatkan bibit tanaman bambu tersebut di polibag selama 6 bulan maksimal 1 tahun sampai sepenuhnya berakar. Tanaman bambu yang baru tersebut akan siap untuk tanam pada musim hujan berikutnya.

Artikel by : Komunitas Cinta Bambu

Mungkin Ini Yang Anda Cari :close